CERITA FIKSI:)
Hay guys
Ini kisah yang
menarik yang aku baca dari salah satu buku favorit aku karna kisah ini menarik
untuk di pahami selain mengajarkan menghargai hubungan pergaulan juga
mengajarkan cara menghargai orang lain.
Kwkwkwkkkwkwkwkwkwkkwkkwkwkkkwkkwkkwkwkkwkwkkwkkwkkkwkkwkwkwkwkkwkwkw
Selamat buat kamu yang telah kembali pulang tapi kamu pulang
karna dia mengancam mau mengakhiri hidupnya kalau kamu tak bersamanya .well
kalian memang cocok kok dan kalian juga enggak akan ada yang pisahkan tapi kamu
juga harus tahu, sebenarnya selama beberapa hari kamu mengakhiri hubungan ini ,semua
history yang ada di wa aku hanya sebagai
kesenangan aku saja agar jangan terlihat aku bahagia jadi ku buatlah
seolah- olah aku galau karna kamu mengakhiri hubungan ini,dan ternyata benar
kalian beranggapan aku sedang galau dan bersedih .
well permainan yang menarik
ya tapi sayang kalian hanya menjadi peran pembantu dalam drama ini
Dan buat kamu seorang pencundang yang mau putus sama cewek
tapi harus cewekmu yang mutusin cewek karna tak berani berkata’’ apa lagi karna
memang kamu pecundang.semoga semakin sukses slalu yaJ
Kamu jangan berfikir setelah kamu mengakhir semuanya ,aku
akan galau setelah kamu pergi .Kamu salah justru karna kepergianmu aku memiliki
kebebasan meraih masa depan tanpa harus terganggu dengan hubungan yang kamu
anggap hanya sebuah pelarian
Asal kamu tahu ,aku sebenarnya enggak pernah menganggap kamu
ada ,karna bagi ku kamu enggak terlalu penting ,makanya saat kamu bertanya aku
menganggap kamu apa? dengan sepontan kujawab kamu bukan siapa’’ aku, dan kamu
tahu kan ,kalau seseorang menjawab dengan sepontan itu berarti jawabanya benar.yap benar sekali kamu bukan siapa’’
aku!
Semoga kamu dan dia lanjut ke jenjang yang serius ya btw
jangan pernah lagi ya mencoba mencari pelarian takutnya nanti kamu benar’’lari
dari cewek itu .Karna aku memang enggak percaya karma tapi aku percaya setiap
perbuatan pasti ada balasannya .Jadi siap’’ya untuk menerima hasil disetiap
perbuatanmu.
Ket:
#hanya sebuah fiksi

Komentar
Posting Komentar